Life, Short Story

Hanya Ada Dalam Buku

Image
Ilustrasi: tumblr.com

Selepas kepulangan Tania, si dokter gigi cantik yang berasal dari kota, membuat Tatang agak jauh dengan Saya. Bukan karena dia patah hati karena sang pujaan telah pergi, namun dia sekarang memiliki aktivitas baru; berburu poster Diah Permatasari. Artis kelahiran Solo, 21 Januari 1971 itu memang sudah tak muda lagi. Tapi Tatang mendapatkan referensinya ketika Diah masih berumur kepala dua. Dengan tinggi badan 175 cm, Diah masuk ke dalam kriteria wanita idaman si Tatang. Maka, jangan Tanya bagaimana perawakan Tania yang dia incar setahun ke belakang. Tania memiliki rupa seperti Diah Permatasari saat masih membintangi tayangan Si Manis Jembatan Ancol tahun 1993 lalu.

Didapatnya pula poster Diah Permatasari, seiring dengan itu kami pun akrab kembali. Malam itu kami harus merayakan kembalinya jiwa Tatang dengan meminum minuman bersoda ditemani poster-poster cantik Diah di atap kamar si Tatang. Cukup manis, bahkan sangat cantik dan mewakili semangat penggunaan riasan gadis jaman 90-an. Melihat koleksi poster si Tatang dengan tema Diah seakan membawaku ke dalam ruang imajinasi yang sempit, di mana pandangan hanya tertuju pada gadis dengan pakaian minim dan berbadan aduhai. Ingin sekali aku cium bibirnya yang penuh lipstik berwarna merah muda itu. Lalu aku belai rambutnya yang lurus panjang dari atas hingga mendekati bokongnya yang montok. Dan, semua berlalu dengan kemunculan matahari pagi yang membawa mimpi tersebut terbang menguap.

Paginya, seperti biasa kami pergi ke ladang membantu paman Toto untuk membajak sawah. Kebiasaan tersebut bisa dijadikan dasar bagi memikirkan seperti apa tampang si Tatang. Tapi, ingat! Tidak ada standarisasinya lho yah, tidak ada ISO bagi tampang-tampang dengan pekerjaannya. Yang pasti, Tatang itu lebih tinggi daripada Tania maupun Diah. Badan dia cukup proporsional untuk ukuran tukang bajak ladang.

Pria Tampan

Bagaimana kitab suci menggambarkan Nabi Yusuf? Tidak dengan Tatang, dia hanya manusia biasa, kita tidak mungkin menemukan gambaran mengenai paras wajahnya tanpa berjumpa dengan dirinya. Jika Saya sudah berani menyebutkan Nabi Yusuf dan Tatang dalam satu paragraf, maka silakan Anda simpulkan bagaimana raut wajahnya si Tatang ini. Hmmm, Saya pun selalu pede jika jika berjalan dengan Tatang ke pasar malam, dia yang selalu menjadi pusat perhatian dan Saya sedikitnya bakal kecipratan. Oya, Titin yang sebelumnya memutuskan cinta Tatang tidak usah ditanya lagi, karena Tatang hanya mengejar wanita dengan spesifikasi mirip Diah Permatasari yang tentunya si Titin mirip-mirip juga.

Saya meyakini bahwasannya Tania juga menaruh perasaan kepada Tatang. Intuisi ini seringkali tidak meleset dari perkiraan. Akan tetapi, ada faktor lain mengapa Tania pergi begitu saja tanpa meninggalkan nomor kontak untuk Tatang. Setidaknya, Jika Tania meninggalkan alamat rumanya, Tatang pun punya keberanian untuk datang ke kota mengunjungi bidadari cantik itu dengan perbekalannya selama ini. Daripada tabungannya habis untuk mengoleksi poster Diah. Well, setidaknya Tatang menyadarkan kita semua jikalau pria sempurna itu hanya ada di dalam buku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s