Life

Zona Nyaman

Image
Sumber: http://bit.do/czp

“Keluarlah dari zona nyaman Anda….” Sebuah kalimat yang sering diserukan oleh banyak sekali motivator dalam sebuah kegiatan seminar. Kebanyakan dari peserta mengangguk dan menyetujui bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang lebih, mereka harus keluar dari zona nyaman. Sebagian tersulut, sebagian lagi langsung bereaksi secepatnya selepas mereka pulang dari sesi seminar motivasi tersebut.

Salah satu diantara mereka adalah saya sendiri. Beberapa tahun sebelum saya menuliskan esai ini saya ikut kelas motivasi yang menurut persepsi saya keluar dari zona nyaman adalah keluar bekerja sedini mungkin. Pastinya, persepsi tersebut merupakan pemahaman kebanyakan orang mengenai hal ini.

Tidak salah memang, namun tetap ada konsekuensi lanjutan yang seharusnya diperhatikan. Kata kuncinya terletak pada kendali. Menurut Alasdair A. K. White dalam “From Comfort Zone to Performance Management”, zona Nyaman adalah sebuah kondisi perilaku dimana seseorang bekerja dalam sebuah kondisi netral tanpa kecemasan, dengan hanya menggunakan seperangkat perilaku terbatas yang dipunyai untuk mencapai sebuah level kinerja yang menetap dan umumnya tanpa disertai adanya risiko.

Jadi, yang dimaksud dengan zona nyaman ialah terletak pada siapa yang memegang kendali penuh. Contoh: Jika Anda bekerja pada perusahaan besar (yang kecil kemungkinannya untuk bangkrut) maka Anda sedang berada di bawah kendali penuh pemilik perusahaan serta menjalankan apa yang diperintahkan mereka saja. Namun, jika Anda bekerja di sebuah perusahaan kecil, yang tanpa tahu apakah perusahaan tersebut akan tetap eksis di bulan berikutnya atau tidak, maka Andalah yang memegang sebagian kendali dari apa yang Anda kerjakan. Di sinilah terletak mana zona nyaman dan mana yang bukan. Jadi perbedaan tersebut bukan saja mana pegawai dan mana pemilik usaha.

Seorang psikolog, Setyaningrum Rosdiana mengatakan, bahwa keberanian untuk menghadapi tantangan hidup adalah kunci keberhasilan. Semua ini bisa terwujud dengan baik, tentunya dengan perhitungan yang matang. Nah, ada yang menarik di sini yaitu perhitungan yang matang. Pelajaran dari apa yang saya lakukan ketika terburu-buru keluar kerja dalam rangka keluar dari zona nyaman adalah keluar kerja tanpa perhitungan yang matang dan terukur, semua serba spontan dan emosional.

Keluar dari zona nyaman sebetulnya merupakan fitrah seorang manusia yang selalu dinamis. Menyukai tantangan dan melakukan hal positif untuk mencapainya juga sesuatu yang tidak terbayarkan oleh apapun. Namun, terkadang ada beberapa perasaan dan memori masa lalu yang buruk selalu terbawa, hingga akhirnya manusia berada dalam keputusan hanya berkutat pada satu titik atau kondisi saja.

Keluar dari zona nyaman yang makin hari makin saya pahami bukan sebatas pada seberapa besar finansial yang bisa didulang. Akan tetapi jauh daripada itu semua, banyak hal yang ternyata tidak bisa dibayar dengan uang, seperti kesehatan, pengetahuan, dan pengalaman. Maka kali ini, berani berkorban adalah faktor yang juga mendasari untuk kita mencari sebuah titik atau kondisi baru yang dinamis dan lebih baik. Kita lebih memilih berolahraga atau hanya menonton tv untuk menghabiskan akhir pekan? Inilah pilihan dari kerelaan dalam berkorban untuk keluar dari zona nyaman.

Hal tersebut juga sejatinya adalah perjalanan menuju sebuah titik akhir yang dinamakan impian. Mari tanyakan pada diri kita sendiri, apakah saat ini kita sedang berada di jalur menuju titik akhir tersebut? Atau kita masih harus mencari jalur lain yang sesuai dengan apa yang kita impikan? Jawabannya menurut hemat saya adalah keluarlah dari zona nyaman Anda dengan bijak dan terukur.

Referensi: http://bit.do/sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s