Short Story

Setan Jalanan Yang Cerdik

Sumber: https://timhoch.files.wordpress.com/2012/02/devil-road.jpg

Pernah Anda memikirkan dengan serius mengenai hantu? Atau pernah menemukan seseorang yang memang sangat serius memperdalam pengetahuan mengenai hantu? Beberapa program televisi nasional masih menyuguhkan tayangan mengenai hal tersebut, namun tidak pernah menampilkan seperti apa rupanya hantu. Kebanyakan, sosok hantu digambarkan dengan sesuatu yang seram, bahkan mendekati menjijikan. Bentuk monster melongo lah, raksasa berbadan hijau lah, hingga perempuan seksi dengan berlumuran darah.

Jika seperti ini, tentu manusia sangat enggan mendekati hantu. Melihat saja sudah ngeri apalagi berteman baik dengan mereka. Lantas seperti apakah mereka? Apakah mereka benar-benar ada? Dalam kitab umat Islam disebutkan; “iblis/syetan berkata kepada Allah: ‘saya benar-benar akan mendatangi manusia dari arah depan, lalu dari arah belakang, dari arah kiri, dari arah kanan, dan engkau benar-benar tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur kepada-Mu.” (QS. Al-A’raf: 17).

Merujuk pada ayat tersebut, terdapat ketidak-konsisten-an dalam wujud dan visi yang tergambarkan hingga saat ini. Kegigihan mahluk halus dalam mendekati manusia sudah diolok-olok oleh manusia sendiri seakan mereka adalah pemenang dalam pertempuran di dunia. Seolah-olah hantu bukan kerabat yang sederajat dan sangat dihindari oleh kaum Adam.

Di balik itu, ada hal yang bisa dipetik dari upaya mahluk gaib dalam mendekati (menggoda) manusia. Pertama, pantang menyerah, segala cara mereka lakukan agar manusia tergoda dan ikut menjadi temannya. Kemudian, mereka selalu gotong royong dalam memuluskan langkah mereka menggapai tujuan.

Lalu, cara mereka untuk mencari teman di dunia lain nanti sangat beragam dan kreatif. Saya pun sempat menyaksikan trik-trik ‘canggih’ para setan tersebut. Satu hari, seperti biasa pada akhir pekan saya melakukan perjalanan darat untuk pulang ke kampung halaman. Tidak seperti biasanya karena saya harus menyelesaikan beberapa kegiatan yang cukup menyita waktu. Setelah semua urusan selesai, langsung tancap gas meluncur menuju kota sebelah. Tak disangka lalu lintas sore itu tampak berbeda. Ratusan kendaraan terlihat antre di jalur yang biasa saya lewati untuk pulang. Lalu dengan cerdik saya pilih jalur menghindar dari jalanan untuk lebih menepi ke jalan yang kecil. Lolos dari kemacetan yang dahsyat tersebut hati ini terasa ‘plong’ tak terkira karena biasanya memang jalur tidak umum itu tidak diperkenankan untuk dilalui. Tetapi kali ini jalur alternatif tersebut lengang dan pikir saya mungkin untuk memecah kemacetan yang sangat luar biasa tadi.

Namun, beberapa meter dari situ ada belasan sosok berwarna hijau tiba-tiba muncul dan sangat sigap memberhentikan secara paksa kendaraan saya dan orang lain yang menempuh jalur yang sama. Sial! Saya kena tilang, dan sosok berpakaian hijau tersebut seperti setan yang harusnya bisa saya hindari. Semoga barokah pak!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s