Life, Short Story

Honda, Vespa, dan Mengasumsikan Niat Baik

Si Bram
Si Bram


Bagi penggemar motor (kendaraan) tua, biasanya akan murung jika tunggangannya mogok. Namun, mereka cukup tahu apa saja yang menjadi penyebab hal tersebut.

“Wah kalo Honda lawas mah biasanya busi kotor” Ucap seorang rekan sesama tongkrongan. Saya, sebagai pengguna kendaraan tua selalu membawa perkakas untuk tindakan preventif bilamana si Bram (Honda Astrea 800 Club merah tahun 1984) mendadak ngadat. Ada benarnya ucapan rekan saya tadi, biasanya untuk motor Honda lama, penyakitnya ada di busi (pengapian).

Sebelumnya, saya menunggangi kuda besi tua asal Italia. Rasanya, saya pernah membuat tulisan tentang mantan kesayangan itu. Masih teringat bagaimana dengan gagahnya Vespa Super lansiran 1975 membawa saya dan istri mudik lebaran dua tahun lalu. Aura senang kental selama perjalanan. Seminggu lepas dari momen indah tersebut, si Bray (sebutan Vespa biru saya) yang juga turut menikmati perjalanan itu, masuk bengkel. Sakitnya cukup berat, harus turun mesin istilah para mekaniknya. Dari sini saya belajar mengenal batas tanpa harus memaksakan meskipun nikmat.

Bray
Si Bray

Kadang, kebanggaan memiliki kendaraan lawas akan sirna sejenak seiring dengan situasi dimana mereka tidak lagi bisa beroperasi. Tak sedikit kemudian biaya yang harus dikeluarkan demi mereinkarnasinya. Untuk itu, kebanyakan pemilik kendaraan tua tidak akan menggunakannya setiap hari.  Dari sini saya belajar upaya pencegahan serta mengukur sebuah risiko.

Super Crash on Sunday

Minggu pagi, keringat bercucuran. Bukan akibat berolahraga, tapi badan yang bergerak mengeluarkan energi dalam menghantarkan tenaga menyelah starter motor. Sepuluh menit, adalah waktu yang dibutuhkan untuk membangunkan si Bram (jangan sampai tertukar dengan si Bray). Itu pula berarti juga saya terlambat, selama sepuluh menit tentunya. Pilihannya hanya dua, memacu laju si Bram dengan kecepatan maksimal (60 km/jam, lebih dari itu baut-baut pada loncat) atau berangkat dengan kecepatan sedang asal selamat. Pilihan jatuh ke opsi pertama, mengingat hari itu adalah hari penting.

Tiba di sebuah perempatan, ada sesosok pria berkemeja hitam dan berpeci (sepatunya tetap Adidas) menunggu kehadiran kami berdua. 30 menit lepas saya berkendara hingga akhirnya bertemu dengan salah satu mahluk Tuhan tersebut. Lima ratus meter dari lokasi pertemuan, ada sebuah surau berwarna putih berkilau kuningan. Itulah tujuan kami bertiga, si Tatang ikut dibonceng oleh Bram. Tema percakapan menuju meter ke-lima ratus dari titik keberangkatan adalah pertanyaan ustad di majelis surau minggu lalu; “Orang baik menurut kalian seperti apa?”

Tatang beropini bahwa orang baik itu punya hati dan nggak ajak orang lain menjadi rusak (baca: tidak baik). Dimulai dari perempatan tadi saya pun telah mengantongi jawaban. Namun sayang, sebelum kata pertama terucap tiba-tiba Bram tersenggol mobil hijau. Tanpa sadar saya dan Tatang sudah berada di selokan. Kemeja kami masih utuh, tapi peci ludes entah kemana, dan si Bram? Hmmm nasib sial baginya harus ditandu hingga bengkel terdekat karena kaki depan yang bengkok dihajar angkot yang sopirnya belakangan ketahuan habis menenggak miras. Dari sini saya belajar bahwa minuman keras tidak cocok bagi profesi sopir.

Untungnya, tidak ada yang cedera diantara saya dan si Tatang. Hanya beberapa biaya perbaikan si Bram yang membuat sesak. Terlebih, yang menyebabkannya adalah sopir angkot ngawur (coba dengarkan lagu Sopir Angkot Goblog dari band Mesin Tempur).

Oya, tadi sempat terputus, jawaban saya akan pertanyaan si ustad itu adalah; Orang yang tidak jahat. Bila pada masanya kelak saya harus melepaskan si Bram, saya akan berharap si Bram akan ingat kejadian super crash on Sunday tersebut dan berkata bahwa pemilik dia sebelumnya saat itu sedang berusaha menjadi orang baik.

*Cerita ini hanya fiktif belaka, cuma latarnya yang asli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s