Bihun sangat iri hati terhadap Mie. Setiap kali jumpa di supermarket, Bihun selalu mengolok-olok Mie di depan umum. “Dasar kribo, kuning, jelek, mentang-mentang agak gemuk aja orang-orang jadi lebih suka sama dia. Sialll, huhh!”

Hari-hari berlalu dengan semakin bertumpuknya rasa benci Bihun kepada Mie. Si Mie masih saja adem ayem tak menghiraukan umpatan-umpatan si Bihun. Hingga pada suatu hari di supermarket tersebut muncul barang baru bernama Spaghetti. Dari kejauhan Bihun sudah mengintai sambil menahan emosi. Saking tak kuat menahan rasa amarahnya, Bihun berlari dari raknya dan memukuli kepala Sphagetti sambil berteriak, “Jangan kira gue gak ngenalin elu ya!!! Biar lu di-bonding begitu, gua tetep tau elu si Kribo kampret itu!”

Desember bisa dikatakan adalah bulan cinta. Ada beberapa peristiwa umum yang mengingatkan manusia untuk saling mengasihi. Hari AIDS, Hari Penyandang Cacat, Hari Hak Asasi Manusia, Hari Kesetiakawanan Sosial, Hari Ibu, Hari Sosial, dan lain-lain. Kasih sayang kepada sesama manusia tentunya didasari dengan cinta dan kasih. Hampir semua agama samawi (langit) mengajarkan serupa. Lantas, mengapa justru yang terjadi sebaliknya? Mereka saling menyerang satu sama lain atas nama agama.

 Cinta ini berkaitan dengan hati. Namun hati juga belum tentu bersih. Seperti pada kisah di awal, iri hati, yang mana merupakan salah satu ‘penyakit hati’ adalah cikal bakal terbentuknya kebencian. Kita lihat bagaimana si Bihun begitu sangat dengki terhadap si Mie dengan hanya alasan sepele; Mie lebih laku daripada Bihun, itupun hanya melalui sepengatahuan si Bihun yang terbatas.

Dalam Islam kita dilarang untuk iri terhadap kelebihan orang lain kecuali dua perkara; bersedekah dan ilmu. Namun baiknya jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hati hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah, sesederhana itu tho.

Secara kebetulan di bulan Desember ini manusia sedikit ‘dicolek’ hati nurani yang paling fitrahnya akan isu-isu kemanusiaan. Di Hari AIDS kita diingatkan tak boleh sombong akan kesehatan dengan tidak menjaganya. Di Hari Hak Asasi Manusia kita diajarkan untuk memperlakukan sesama dengan setara. Di Hari Ibu kita diingatkan akan dari mana kita berasal, dan lain sebagainya. Interpretasinya bisa bermacam-macam, namun yang pasti ada kesamaan dasar, ya cinta kasih itu.

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehinga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.

Dari risalah yang dibawa Nabi SAWW, cinta ada tiga tingkatan; tinggi, menengah, dan rendah. Untuk tingkatan tinggi adalah cinta kepada Tuhan dan para nabi. Tingkatan menengah adalah cinta kepada manusia seperti orangtua, suami/istri, anak, saudara, tempat tinggal. Sedangkan tingkat yang paling rendah adalah cinta yang berdasarkan hawa nafsu seperti cinta kepada harta, cinta kepada minuman memabukan, cinta kepada maksiat, cinta kepada kejahatan dan kekejian. Untuk itu, pada perjalanannya menuju cinta tertinggi ini tak pernah lepas dari ujian. Kita jarang bersapa dengan orangtua dengan alasan sibuk bekerja dan mengurus keluarga. Kita menjadi sangat tidak ramah ketika sedang terjebak kemacetan lalu lintas. Kita langsung marah hanya karena pesanan makanan di restoran telat 5 menit. Kita tiba-tiba merasa menjadi manusia paling sengsara ketika tak bisa makan dengan daging sapi. Padahal semua itu hal sepele yang tak lantas membuat kita langsung meninggal (kematian adalah hal yang paling ditakuti dan dihindari oleh manusia).

Maka, di bulan Desember ini tepat rasanya bagi kita untuk kembali melihat lebih jauh ke dalam (hati). Peringatan-peringatan pada almanak menjadi alarmnya. Biarkan semuanya mengalir dengan sangat jujur karena sejatinya tidak ada kepalsuan dunia melainkan manusialah yang bersikeras tidak ingin jujur kepada hati.

Apakah Anda pernah bertanya mengapa Tuhan memberi kita hanya satu hati? Sedangkan, dari beberapa organ kita diberi sepasang seperti; mata yang digunakan untuk melihat, tangan yang digunakan untuk meraih, kaki yang digunakan untuk melangkah, lubang hidung yang digunakan untuk menghirup, telinga yang digunakan untuk mendengar.  Itu karena Tuhan menciptakan sekeping hati lagi pada seseorang yang kita harus mencarinya, itulah cinta dan cinta adalah ciptaanNya.

Referensi:
1. Pengertian Cinta Kasih 

2. Satu Hati

3. Penyakit Hati 

4. Gambar Featured

1 minggu 1 cerita

Advertisements

3 thoughts on “Bulan Cinta Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s