Tak ada yang menolak bahwa Andy Warhol (Warhol) dan Jean-Michel Basquiat (Basquiat) adalah seniman kontemporer yang mencolok di eranya. Keduanya memiliki sebuah persamaan, yakni mengkonstruksi sebuah persona kepada publik di mana sangat bertentangan dengan siapa sesungguhnya mereka.

Unsur pop tersemat kental dengan karya-karya yang telah dihasilkan oleh mereka. Warhol, yang terkenal melalui karyanya seperti gambar Marilyn Monroe, Elizabeth Taylor, dan kaleng sup Campbell, merupakan dedengkot dari kebangkitan seni pop di tahun 60-an. Saat itu dirinya berhasil mengangkat seni pop (pop-art) ke level yang berbeda. Karyanya banyak menyatukan warna yang kontras dan cenderung berani, tidak seperti karya seni konservatif yang masih banyak menggunakan unsur njelimet dan cenderung kaku. Beberapa ikon selebriti tenar kala itu banyak yang dijadikan objek bagi karya Warhol. Besarnya pengaruh Warhol dalam dunia seni progresif juga salah satunya membuat David Bowie melahirkan lagu dengan judul Andy Warhol.

Soup Campbell by Dicky Ahmad copy
Kaleng Sup Campbell (Foto: Dicky Ahmad)

Tak hanya dalam karya seni visual, Warhol juga banyak menelurkan beragam karya lain baik dalam dunia fotografi dan video. Poster, cover album, serta beberapa film kebanyakan dibuat di studionya sendiri yang dikenal dengan nama Factory.

Warhol sering menolak untuk menjelaskan karyanya meski beberapa kritikus seni pernah mengungkapkan bahwa gayanya adalah Keatonesque yang datar dan lebih personal. Seperti di awal tulisan ini, Warhol pernah berkata; “Coba lihat di permukaan lukisan dan film dan aku, dan di sanalah aku tak ada di belakangnya.”

Berbeda dengan Warhol yang banyak mendapatkan ilmu kesenian dari pendidikan formal, Basquiat adalah Urban Pop Icon yang muncul dari kalangan non-formalis. Dengan latar kehidupan keluarganya yang tak begitu normal, Basquiat banyak belajar secara otodidak.

Basquiat adalah pemuda urakan yang senang mencorat-coret tembok toko-toko serta fasilitas publik lain sebagai medium mengekspresikan hasrat berkeseniannya. Saat itu dia menyematkan “SAMO” atau Same Old Shit (Kotoran yang itu-itu melulu) pada karya-karya jalanannya sebagai identitas. Tak heran bila banyak dari karya Basquiat yang konstruktif dan cenderung naif-ekspresif dan melawan pakem estetis saat itu karena pengaruh kondisi kultural Amerika Serikat yang kala itu sedang bergejolak khususnya persoalan rasisme. Beberapa kalangan menyebutkan bahwa dalam karya Basquiat banyak dipengaruhi oleh ekspresi amarah atas diskriminasi terhadap kaum ‘kulit gelap’ yang mungkin juga terjadi terhadap dirinya.

Kolaborasi

Hampir pada semua aspek kehidupan akan kita temui sesuatu yang berlawanan maupun berdampingan. Kiri dengan kanan, atas dengan bawah, terang dengan gelap, maju dengan mudur dan lain sebagainya. Itu pula yang terjadi pada bahasan kali ini, di mana Warhol dan Basquiat  kemudian melakukan proyek kolaborasi bersama. Dua ikon pop-art yang berbeda gaya tersebut memulai kolaborasinya setelah diperkenalkan oleh Bruno Bischofberger, seorang pedagang karya-karya seni.

Kolaborasi ini bisa dikatakan sebagai puncak dari perkembangan arus seni kontemporer dari dua tokohnya yang berbeda. Warhol yang berkulit putih dengan selera fesyen yang glamor dengan Basquiat yang berkulit hitam dengan penampilan urakan dan terkesan cuek. Namun justru persahabatan itulah yang kemudian ‘dijual’ kepada publik dan menuai sukses besar.

Pertemuan awal mereka terjadi di bulan Oktober 1982 dan berakhir pada 1987. Meski saat itu Basquiat banyak membuat karya yang mengkritisi galeri-galeri seni karena men-spesial-kan seniman-seniman tertentu, termasuk Warhol, namun diam-diam Basquiat menganggumi Andy Warhol.

Basquiat Jean Michel & Warhol Andy bananas 1984 (224x206)
The Bananas 1984 (Foto: artistinspireartist.com)

Banyak dari rekan sejawat keduanya berujar bahwa kolaborasi yang terjadi sungguh seperti sebuah pertemuan besar yang telah banyak ditunggu-tunggu. Tak sedikit pula yang agak sinis dengan menyebutkan bahwa hubungan tersebut telah menjadi sebuah simbiosis yang mana Basquiat ingin nebeng tenar kepada Andy Warhol dan Warhol sendiri membutuhkan ‘suntikan’ baru dari bakat yang ada pada Basquiat untuk memperbaharui karya seninya.

Salah satu karya mereka yang monumental adalah ‘Ten Punching Bags’ yang dibuat pada tahun 1986. Konon, beberapa ungkapan mereka ekspresikan pada karya instalasi tersebut. Jika kita melihat karung tinju itu seolah-olah memang akan merasa terundang untuk meninjunya, itulah naluri alamiah manusia. Namun kemudian Warhol dan Basquiat membuat ‘keraguan’ dengan menaruh gambar Tuhan (Yesus) yang seolah-olah sebagai penantangnya. Mereka ingin menimbulkan kontradiksi pemikiran akan kata ‘hakim’ pada karya tersebut. Dengan adanya gambar Yesus pada tiap kantongnya yang seolah-olah menantang membuat tiap orang yang melihat kantong itu bertanya apakah Yesus yang dihakimi (banyak cerita bahwa Yesus meninggal karena diadili secara paksa) atau Dialah hakim sebenarnya. Memang dalam ajaran Katolik akan ada hari di mana Yesus turun ke bumi dan menghakimi setiap manusia.

10-punching-bags
Ten Punching Bags (Foto: blondeambition4.wordpress.com)

Kiranya, terlepas dari kesuksesan yang dihasilkan oleh kolaborasi tersebut, keduanya adalah ikon dari budaya pop-art yang hingga kini masih diadaptasi oleh banyak seniman kontemporer. Unsur penggunaan warna kontras dan tegas adalah salah satu dari ciri khasnya. Kolaborasi yang saling melengkapi selayaknya proses kehidupan yang terus berlangsung, juga menandakan bahwa sebagai mahluk sosial, memang semestinya manusia membutuhkan satu sama lain, termasuk dalam berkarya.

 

1 minggu 1 cerita
Follow twitter @1mg1cerita

Sumber-sumber:

  1. http://www.indonesiaartnews.or.id/artikeldetil.php?id=47
  2. http://www.nyunyu.com/main-article/detail/sang-dedengkot-pop-art-andy-warhol.html#.VsV2wfl941I
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Andy_Warhol
  4. http://www.amazine.co/28085/siapakah-andy-warhol-kisah-sang-ikon-budaya-pop/
  5. https://urbanpsyche.wordpress.com/2012/03/29/jean-michel-basquiat-protes-dan-komersialisasi/
  6. https://id.wikipedia.org/wiki/Jean-Michel_Basquiat
  7. http://teropongseni-erank-erank.blogspot.co.id/2009/01/jean-michel-basquiat-grafiti-dan.html
  8. http://artistsinspireartists.com/painting/good-bad-andy-warhol-jean-michael-basquiat-collaboration
  9. http://www.warhol.org/education/resourceslessons/Jean-Michel-Basquiat/
  10. https://blondeambition4.wordpress.com/2014/11/03/ten-punching-bags-last-supper-andy-warhol-jean-michael-basquiat-117-sandusky-st-pittsburgh-pa-15212/

 

Advertisements

2 thoughts on “Warhol-Basquiat: Sebuah Simbiosis Era Pop-Art

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s