Saat buka buku tabungan, mungkin saja yang akan teringat adalah berapa banyak tagihan yang telah dibayarkan di tahun ini. Sad things, namun itu adalah realitas sederhana dari serentetan aktivitas yang sudah kita kerjakan setahun ke belakang.

Kala remaja, selain turut merayakan pesta menyambut malam pergantian tahun, saya dan teman-teman selalu membuat resolusi untuk tahun berikutnya. Tak muluk, biasanya hanya ingin pacar baru, handphone baru, konsol game baru, atau tato baru. Saat itu saya (kami) belum memahami akan konsep bermasyarakat yang madani. Terlalu jauh untuk berpikir sedalam itu.

Seiring berjalannya waktu, sekian lama tak melakukan hal di atas (membuat resolusi), saya menerima sebuah surat elektronik (surel) dari pengembang software manajemen pekerjaan yang saya gunakan di kantor. Isinya bukan tawaran diskon spesial akhir tahun, tapi ada satu artikel yang menarik perhatian yakni “How to Set, Plan, and Achieve Your Life’s Greatest Goals” di dalam surel tersebut. Artikel tersebut cukup sederhana, hanya berisi kiat-kiat dari seorang pendiri Modgility, sebuah perusahaan marketing dan pengembang software di Ohio, Amerika Serikat yang bernama Keith Guiterrez.

Di awal, dikatakan bahwa punya cita-cita merupakan cara terbaik untuk memaksa kita tetap bergerak. Namun, beberapa pertanyaan yang sering muncul ialah bagaimana cara mencapai cita-cita atau tujuan tersebut? Lalu apa arti sukses bagi kita? Dan bagaimana bila ternyata di tengah jalan kita berubah pikiran? Tentunya cita-cita atau tujuan tersebut berlaku bagi kehidupan pribadi dan aktivitas atau pekerjaan kita. Pada bagian ini saya fokus pada pertanyaan arti sukses. Pemahaman akan sukses masih cukup bercabang. Ini berkaitan dengan apa yang menjadi ukuran dari sukses itu sendiri. Adapun, langkah-langkah dari Keith adalah sebagai berikut;

  1. Mencari inspirasi.

getinspired

“Whatever the mind can conceive and believe the mind can achieve,” Napoleon Hill

Mencari dan kemudian menemukan sebuah inspirasi adalah langkah awal yang sangat penting, tapi juga paling susah. Mengapa, karena banyak hal-hal luar biasa yang telah manusia ciptakan dan itu akan mendorong pikiran kita kepada ketidak-mungkinan. Keith menyarankan untuk memulai mencari inspirasi dari apa yang kita ketahui. Dapat saya tambahkan, misalnya saya tahu mengenai sepakbola, saya akan mulai mencari hal-hal inspiratif dalam dunia sepakbola. Keith sendiri terinspirasi oleh kesuksesan kakeknya dalam berwirausaha. Mereka terjun di dunia yang sama yakni olahraga golf. Awalnya, Keith turut membantu dalam mengadakan turnamen-turnamen kecil. Dari hal itulah Keith banyak belajar hingga akhirnya dia menemukan titik di mana dia fokus pada pemasaran internet khususnya saat dia mengelola turnamen golf melalu jaringan internet. Sesuatu yang awalnya tidak ditemukan, namun akhirnya menjadi poros perkembangan karir seorang Keith.

  1. Memahami makna dari kata why.

 feature-3

“People don’t buy what you do; they buy why you do it,” Simon Sinek

 

Kita sering  terjebak dengan aktivitas sehari-hari yang sangat padat sehingga menyeret kita untuk selalu lupa akan target besar serta alasan di baliknya. “We just get busy. We don’t take the time to sit back and evaluate progress,” Kata Keith. Kita menjadi sangat sibuk sehingga tak sempat mengevaluasi progres yang telah dicapai. Bagi saya, ini sebuah cambuk, di mana pada pekerjaan yang menuntut untuk selalu melakukan monitoring justru itu hal yang sering diabaikan. Mungkin 2017 nanti saya perlu meningkatkan hal ini.

  1. Membuat Sebuah Rencana.

makeaplanv2

“A leader is one who knows the way, goes the way, and shows the way,” John Maxwell

Menemukan tujuan adalah poin penting untuk memacu diri kita. Sedangkan dengan menuliskan serta menjadikannya referensi harian adalah cara untuk membuat tujuan kita tetap di dalam pandangan, tidak mudah hilang seperti debu di padang pasir. Dengan menulis ulang setiap rencana, maka kita akan mudah untuk terus meninjau perjalanan menuju tujuan setiap hari.

4. Kenali Kekuatan dan Kelemahan.

“There are certain people you’re meant to serve, and others that you’re not,” Michael Port

Ketika kita tahu akan kekuatan serta kelemahan kita, cobalah untuk selalu jujur dan bersikap realistis dalam membuat sebuah tujuan.  “Saya menyukai golf, tapi sayangnya saya tidak cukup baik untuk mencoba menjadi pegolf profesional. Sering saya bermimpi bahwa saya bisa, tapi itu bukan hal yang cukup realistis untuk menjadi daftar tujuan saya,” Keluh Keith. Tentu saja ada hal-hal dalam hidup yang sangat kita sukai dan cukup menyenangkan, tapi tempatkan hal itu sebagai hobi semata.

Pada titik ini Keith mengajak kita untuk memahami daerah mana yang menjadi kita kuat, dan terus menyempurnakan keterampilan kekuatan kita tersebut. Adapun untuk menyikapi kelemahan kita, salah satu solusi Keith ialah tetap jujur dengan diri sendiri tentang di mana kita sedang berjuang mencapai tujuan sembari mendekatkan diri kepada orang-orang yang kita percaya bisa menutupi kelemahan kita. Mungkin juga berserah diri kepada Tuhan akan kelemahan kita adalah solusi yang cukup bijak.

5.Terus Berimprovisasi.

“Formal education will make you a living, but self education will make you a fortune,” Jim Rohn

Keith mengatakan selalu saja ada kejutan-kejutan yang muncul dalam perjalanan kita. Namun patut diingat bahwa hal itu jangan dijadikan standar kepuasan untuk tidak mengembangkan diri menjadi lebih baik. Keith selalu membaca buku serta menghadiri seminar-seminar pengembangan diri untuk terus memacu dirinya lebih baik, dan juga menginspirasinya.

Pada akhirnya, semua orang perlu untuk menjadi lebih produktif. Karena dengan produktif maka kita akan secepat mungkin mencapai tujuan. Dengan memetakan tujuan hidup dapat membantu kita untuk mendapatkan perspektif yang lebih besar pada apa yang benar-benar penting bagi tujuan kita. Selain itu, dari peta tersebut kita dapat memanfaatkan waktu dengan seefisien mungkin. Menurut saya, kesadaran bahwa kita perlu terus belajar merupakan hal yang paling penting. Dalam perjalanannya mungkin tidak akan mulus seperti yang direncanakan, namun itulah manusia, seperti kisah saya di masa remaja di awal tulisan ini hingga akhirnya saya sadar bahwa sebagai manusia di tengah peradaban, saya punya posisi untuk melompat menggapai tujuan dan cita-cita yang lebih baik, dan alangkah baiknya bila kita melompat bersama-sama bukan?

Sumber

1 minggu 1 cerita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s