Bagi sebagian orang, percaya kepada prakiraan cuaca di Senin pagi adalah sebuah keharusan. Apalagi di musim penghujan, mereka akan mencari tahu apakah pagi itu akan turun hujan atau tidak. Persiapan memang lebih baik ketimbang menyelesaikan sesuatu yang berasal dari kesalahan yang sepele. Demi Senin pagi, semua patut diperjuangkan.

Untuk urusan itu, kita perlu taklid kepada lembaga penyaji data prakiraan cuaca. Setidaknya, data dan fakta yang disajikan akan menjadi alat untuk membantu kita dalam memprediksi dan mempersiapkan segala sesuatunya menghadapi kondisi cuaca (alam). Kita tahu alam ini sangat kompleks. Banyak hal yang sudah dijelaskan dan juga belum terjelaskan. Yang menarik, remaja Australia dan Amerika Serikat pada 2015 lalu telah menemukan rumus matematika untuk membongkar misteri alam semesta. Beritanya silakan baca di sini.

Teorema Liang Zelich, begitulah hasil karya rumus tersebut. Teorema itu berkontribusi terhadap perjalanan antar-galaksi, atau singkatnya mereka menemukan ‘lubang’ guna mempersingkat jarang ruang dan waktu. Saya tak berminat untuk mencari tahu lebih lanjut akan teori itu sebab ‘teori-teori’ akan menjalani kehidupan sudah cukup menyita waktu. Layaknya sebuah lagu yang mendayu, kita tentu hanya ingin mengetahui hasilnya saja melalui bahasa yang sederhana dan dapat dimengerti. Untuk apa kita perlu melakukan perjalanan antar-galaksi? Bukankah perjalanan panjang itu adalah hidup ini?

Lepas dari fenomena tersebut, ada pertanyaan yang cukup mewakili tulisan kali ini;

Bila kita tahu akan akhir dari episode kehidupan kita masing-masing, akankah kita mengubah jalan hidup kita?

Bagi Anda yang senang akan tayangan infotainment, tentu dulu pernah tahu dengan hebohnya ramal-ramalan dari mama Lauren.  Tak hanya di dunia hiburan, mama Lauren juga pernah mengatakan pada 2009 lalu bahwa presiden RI periode 2014 adalah seorang anak muda yang sosoknya belum dikenal (saat itu), kejadian tho? Atau, sekadar ramalan yang ringan yakni runtuhnya pernikahan Anang dan Krisdayanti. Duh padahal lagu-lagu duet mereka sangat romantis hehe.

Kembali ke pertanyaan di atas. Seandainya pertanyaan itu berlaku pada Anda, apa yang akan Anda lakukan? Misalnya, saya tahu bahwa nanti saya akan menikah dengan seorang wanita berbeda keyakinan, maka saya akan berupaya untuk menyiapkan segala sesuatunya termasuk memberi pengertian pada keluarga. Itu bila saya memilih untuk melanjutkan hidup, bukan mengubahnya (karena telah tahu) dengan kemudian mencari calon pasangan yang seiman. Anda bisa membayangkan pertanyaan tadi dengan menonton film Arrival (2016) terlebih dahulu.

Hampir semua prakiraan cuaca terjadi dengan tingkat kesesuaian yang tinggi.  Namun satu yang tak dapat dikendalikan ialah alam itu sendiri. Pada sebuah forum, saya mendengar ada seorang motivator yang berujar bahwa saat ini merupakan roh kedua yang ada di dalam jasadnya. Bukan tanpa alasan, dia banyak menceritakan akan masa lalunya yang tak patut secara norma. Pada akhirnya, dia memilih untuk mengubah hidupnya menjadi baik (serta menyebarkan kebaikan). Di situlah dia merasa sedang menggenggam nyawa keduanya setelah dia ‘mematikan’ yang pertama. Dia mengubah bukan karena ramalan, namun karena sudah mengetahui dan mengalami sehingga ada prinsip kausalitas (sebab-akibat) di dalamnya. Hmm, seandainya saja ada teknologi prakiraan hati, mungkin tingkat probabilitas penolakan cinta bisa turun dengan signifikan.

Dalam tubuh, ada yang bisa dikendalikan ada juga yang bergerak dengan sendirinya. Kita bisa memerintahkan otak untuk menggerakan tangan lalu menampar seseorang. Akan tetapi bisakah perintah itu dilakukan kepada jantung? Coba Anda pikirkan dan perintahkan jantung Anda untuk berhenti sejenak saat ini, bisa? Pokok dari hal itu adalah kita memang tak bisa mengendalikan alam termasuk tubuh kita sendiri seluruhnya, namun jangan lupa bila kita masih punya pilihan untuk segera menghentikan lajunya. Ya! Kita masih punya pilihan untuk mengakhiri hidup kita sendiri, bahkan dengan berbagai cara yang sangat masuk akal. Tapi kita rela mempercepat nikmat yang setiap Senin pagi ini kita rasakan untuk segera berakhir?

Gambar Sampul:
“The Unpeaceful Coexistence” Karya Xetobyte
Ilustrasi ini diambil dari kata kunci Holocene atau Holosen. Lebih lanjut silakan googling 🙂

1 minggu 1 cerita

Advertisements

2 thoughts on “Akhiri Senin Pagi?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s